Minggu, 03 Januari 2016

peranan teknologi sebagai sumber informasi anak



PERANAN TEKNOLOGI
 SEBAGAI SUMBER INFORMASI ANAK

Teknologi menurut kamus besar Indonesia adalah “metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; Ilmu pengetahuan terapan”.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980), Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih  nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne” atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra dan otak manusia.
Teknologi adalah suatu tubuh dari ilmu pengetahuan dan rekayasa (englineering) yang dapat diaplikasikan pada perancangan produk dan atau proses atau pada penelitian untuk mendapatkan pengetahuan baru.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara masif mempengaruhi semua sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan.  Jenjang pendidikan pada semua tingkatan saat ini dan masa depan mulai berorientasi kepada perkembangan dan perubahan global, ilmu pengetahuan, teknologi seni dan budaya. Perkembangan globalisasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah mengarah pada perdagangan bebas yang semakin kompetitif, dan meningkatnya jaringan kerjasama antara berbagai pihak.  Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi penting karena setiap pihak yang terlibat di dalamnya dituntut mampu berpartisipasi secara aktif dan terus meningkatkan kemampuan berkompetisi.
Suatu realitas pemerintah telah menjadikan Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi mata pelajaran (IT as a subject) wajib pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah. Sebagai sebuah mata pelajaran, teknologi informasi dan komunikasi  memiliki hakekat, visi, dan fungsi sesuai tingkatan pendidikan.
Bekal kemampuan menggunakan dan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu faktor kunci untuk mengejar ketertinggalan SDM Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Program-program pendidikan dan latihan secara formal maupun non formal yang memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan dalam menggunakan dan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi menjadi prioritas kebutuhan. Jalur pendidikan formal berpotensi dan bernilai strategis untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan di bidang TIK yang idealnya dimulai sejak dini.
Hal ini mengisyaratkan pentingnya bagi anak-anak sejak dini disediakan pengalaman dalam memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi khususnya komputer yang bermanfaat sebagai bekal kemampuan dasar dan potensi untuk belajar sepanjang hayat dan memecahkan masalah yang akan dihadapi dalam kehidupannya kelak.
Peran teknologi bagi anak berupa internet mempunyai sisi negatif dan positifnya. Karena didalam teknologi berupa internet ada begitu banyak informasi ada yang baik dan yang buruk. Dari sisi positifnya yaitu memudahkan anak untuk menaui informasi dan mempermudah dalam proses belajar. Dalam sisi negatif ada hal-hal yang tidak sewajarnya di baca atau dilihat oleh anak-anak
Pada anak usia dini dan SD menunjukkan adanya minat yang tinggi dan sifat alamiah untuk bermain, terlebih setelah mengalami kejenuhan mengikuti aktifitas pembelajaran di sekolah. Realitas ini tidak banyak disadari oleh para guru dan orangtua sebagai modalitas belajar yang potensial. Hal yang memprihatinkan justeru anak-anak banyak mengekplorasi dan menyalurkan  sendiri rasa ingin tahu dan kegemarannya melalui beragam sarana hiburan berbasis komputer yang tidak memiliki nilai-nilai pendidikan. Respon orangtua dengan menyediakan perangkat hiburan di rumah tidak diikuti dengan kesadaran bahwa sumber inspirasi baru yang akan berpengaruh besar terhadap perkembangan emosi dan intelektual anak. Kasus anak menghabiskan waktunya di rental, di depan TV, bermain game berjam-jam bahkan bisa dalam sehari membawa banyak dampak negatif seperti waktu belajar menjadi berkurang, malas sekolah, meniru adegan-adegan berbahaya, merekam peristiwa atau kejadian yang tidak seharusnya dan sebagainya. Tidak mengherankan  apabila muncul budaya kekerasan (bullying) di sekolah yang pernah menyebabkan meninggalnya seorang siswa karena tayangan “smackdown”.
Jadi peranan teknologi sebagai sumber informasi anak itu  tergantung dari peranan orangtua . Oleh karena harus mengawasi anak-anak nya yang sudah mengetahui tentang teknologi informasi agar tidak melihat atau mendengar hal-hal yang tidak baik untuk dilihat maupun didengar.

Rabu, 30 Desember 2015

laporan wawancara guru matematika SMP


Tugas Psikologi Pendidikan
Tentang
Wawancara guru Matematika SMP
d
i
s
u
s
u
n
 oleh :
kelompok 4
Alfina Irmaningsih 141150007
Deka Agus Riyanti 141105034





PROFIL SEKOLAH




p&k color tulisan hitam




NAMA  SEKOLAH :
SMP N 10 BANDAR LAMPUNG



ALAMAT :
Jl. Panglima Polem No 5 Segalamider Tanjungkarang Barat


PROFIL SEKOLAH


1.      Nama Sekolah                               : SMP NEGERI 10 BANDAR LAMPUNG
2.      Status                                            : NEGERI
3.      Tahun Berdiri                                : 1979
4.      Alamat                                          : Jln. Panglima Polem No. 05 Bandar Lampung
5.      Desa/Kelurahan                             : Segalamider
6.      Kecamatan                                                : Tanjung Karang Barat
7.      Kabupaten/Kota                            : Bandar Lampung
8.      NSS                                               : 20.112.600.40.43
9.      NIS                                               : 200340
10.  NPSN                                            : 10807199
11.  Luas Tanah Seluruhnya                 :  7.785 m2
12.  Status Tanah                                 :  Hibah
13.  Jumlah Kelas / Ruang Belajar       :  22 lokal
Ruang Perpustakaan                     :  1 lokal
Ruang Laboratorium                     :  3 lokal
Ruang UKS                                  :  1 lokal
Ruang Aula / Pertemuan               :  -
Kantin Siswa/Pelajar                     :  10 unit
WC :   1. Khusus Guru / TU         5 pintu
           2. Khusus murid/siswa       :  12 pintu
Mushola/Masjid                            :  1 lokal
14.  Jumlah Murid menurut Rombel:
Kelas 7                              :  ( 12 rombel ) :  398 orang
Kelas 8                              :  ( 10 rombel ) :  309 orang
Kelas 9                              :  ( 8 rombel )               :  214 orang
15.  Presentase kelas yang sudah berbasis IT = 0%
16.  Data siswa 4 (empat tahun terakhir)
Tahun Pelajaran
Jml Pendaftar (cln siswa baru)
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
Jumlah (kls. VII+VIII+IX)
Jmlh Siswa
Jml Rombel
Jmlh Siswa
Jml Rombel
Jmlh Siswa
Jml Rombel
Jmlh Siswa
Jml Rombel
2010-2011
695
198
6
258
7
235
7
691
20
2011-2012
726
306
8
235
7
216
6
757
21
2012-2013
787
228
6
267
8
225
7
720
21
2013-2014
710
313
10
229
8
265
9
807
27
2014-2015
768
391
12
310
10
214
8
915
30
17.  Pendidik dan Tenaga kependidikan
a.       Kepala Sekolah
No
Jabatan
Nama
Jenis kelamin
Usia
Pendidikan
Masa Kerja
L
P
1.       
Kepala Sekolah
Hj. Nurhayati, S.Pd. MM
-
P
53
S2
31


b.      Guru
1)      Kualifikasi Pendidikan, Status, Jenis Kelamin, dan Jumlah
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah dan Status Guru
Jumlah
GT / PNS
GTT/Guru Bantu
L
P
L
P
1.       
S3/S2
-
5
-
-
5
2.       
S1
2
31
4
1
38
3.       
D4
-
3
-
-
3
4.       
D3/Sarmud
-
-
-
-
-
5.       
D2
-
2
-
-
2
6.       
D1
2
3
-
-
5
7.       
≤ SMA / Sederajat
-
-
-
-
-

4
44
4
1
53

2)      Jumlah guru dengan tugas mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan (keahlian)
No
Guru Mata Pelajaran
Jumlah guru dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas mengajar
Jumlah guru dengan latar belakang pendidikan yang TIDAK sesuai dengan tugas mengajar
Jumlah
D1/D2
D3/ Sarmud
S1/D4
S2/S3
D1/D2
D3/ Sarmud
S1/D4
S2/S3
1.       
IPA
-
-
5
-
-
-
-
-
5
2.       
Matematika
-
-
4
1
-
-
-
-
5
3.       
Bahasa Indonesia
1
-
4
1
-
-
-
-
6
4.       
Bahasa Inggris
-
-
5
-
-
-
-
-
5
5.       
Pendidikan Agama
-
-
2
1
-
-
-
-
2
6.       
IPS
-
-
4
1
-
-
-
-
5
7.       
Penjasorkes
1
-
2
-
-
-
-
-
2
8.       
Seni Budaya
-
-
3
-
-
-
-
-
3
9.       
PKn
-
-
1
1
-
-
-
-
2
10.   
TIK / Keterampilan
4
-
4
-
-
-
-
-
8
11.   
BK
-
-
4
-
-
-
-
-
4
12.   
Lainnya :










Bahasa Lampung
2
-
1
-
-
-
-
-
3

Menjahit / Tapis
1
-
1
-
-
-
-
-
2

Jumlah








52
Wawancara guru matematika (2orang)

1.      Bapak Feri Hendro S.Pd
2.      Ibu Elia Hidayah S.Pd
Pertanyaan wawancara :
1.      Bagaimana cara Bapak/Ibu meyakinkan siswa bahwa pelajaran Matematika itu menenangkan?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua Guru/Narasumber dapat disimpulkan bahwa cara meyakinkan siswa agar pelajaran Matematika itu menyenangkan yaitu dengan diselingi permainan supaya siswa tidak merasa bosan, dan tidak tegang pada saat kegiatan belajar mengaar dikelas.

2.      Selama Bapak/Ibu mengajar pernahkah menemukan siswa yang depresi karna mengalami kesulitan dalam beajar matematika? Jika pernah bagaimana cara mengatasinya!
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa selama mengajar belum pernah menemukan siswa yang depresi, namun kebanyakan siswa sulit untuk menerima pelajaran Matematika, hal ini menyebabkan siswa malas belajar. Solusi untuk menghadapi siswa yang malas belajar adalah dengan cara sistem pendekatan/konseling.

3.      Bagaimana cara yang dilakukan bapak/ibu dalam menciptakan proses belajar dan mengajar di dalam kelas agar siswa lebih aktif, kritis, kreatif dan inovatif?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa upaya menciptakan proses belajar dan mengajar di dalam kelas agar siswa lebih aktif, kritis, kreatif dan inovatif yaitu dengan menggunakan Metode kelompok dan sistem point atau sistem reward. Dengan Metode ini dapat membuat siswa terpacu untuk aktif. Dan siswa diberi soal latihan untuk melatih mereka berfikir kritis.

4.      Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar di dalam kelas?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam proses belajar dan mengajar di dalam kelas yaitu faktor lingkungan baik lingkungan sekolah maupun lingkungan di rumah, dan faktor guru mata pelajaran Matematika. Faktor lingkungan sekolah yang dapat mempengaruhi motivasi siswa adalah teman. Jika teman nya pintar maka siswa akan terpacu untuk menjadi pintar. Sedangkan faktor lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi motivasi siswa adalah keluarga.

5.      Bagaimana cara Bapak/Ibu menarik perhatian siswa agar mereka dapat mengikuti pembelajaran secara optimal?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa cara yang digunakan mereka untuk menarik perhatian siswa agar mengikuti pembelajaran secara optimal adalah tergantung dengan metode yang digunakan, jika menciptakan suasana yang menyenangkan, maka siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal.

6.      Dalam pembelajaran Matematika nilai moral apa yang bisa diterapkan kepada siswa yang berhubungan dengan Matematika?
Jawab
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa nilai moral yang bisa diterapkan kepada siswa yaitu penerapan sistem pengoperasian perkalian. Misalkan kita merubah bentuk pengoperasian itu menjadi nilai moral yang mudah dipahami. Seperti positif di kali positif akan menghasilkan positif. Contoh bila ada seseorang yang berbuat benar, dan kita berani mengungkapkan bahwa itu benar, maka itu sikap kebenaran berati itu bernilai positif. Dan menerapkan sistem kejujuran.

7.      Pernahkan Bapak/Ibu dalam mengajar matematika mengaitkan dengan kehidupan nyata? Mohon berikan contoh!
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa pernah mengaitkan matematika dengan kehidupan nyata yaitu salah satu nya aritmatika sosial. Contoh nya mengitung bunga, menghitung untung rugi.

8.      Apakah siswa disekolah ini pernah mengikuti olimpiade matematika? Adakah persiapan khusus bagi siswa yang mengikuti olimpiade?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa siswa pernah mengikuti namun belum mendapatkan juara. Adapun persiapan yang dilakukan selama 1bulan yaitu latihan/belajar bersama guru pembimbingnya dan dilakkan pada saat KBM, dengan menggunakan cara melompat bab pelajaran.

9.      Bagaimana cara Bapak/Ibu dalam memberikan penilaian akhir siswa (raport) ?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa dengan cara menyeluruh, lebih merinci dan secara point per point. Tidak terpaut hanya dengan nilai ujian semester, tetapi dengan ulangan harian, latihan, dan bagaimana keaktifan dan sikap siswa dikelas.

10.  Adakah fasilitas pendukung dalam pembelajaran matematika di sekolah ini (misalkan lab matematika, alat peraga, dll) ?
Jawab :
Dari wawancara yang telah dilakukan pada kedua narasumber dapat disimpulkan bahwa alat pendukung seperti lab matematika maupun alat peraga belum ada disekolah ini.