PERANAN
TEKNOLOGI
SEBAGAI SUMBER INFORMASI ANAK
Teknologi
menurut kamus besar Indonesia adalah “metode ilmiah untuk mencapai tujuan
praktis; Ilmu pengetahuan terapan”.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980), Teknologi telah dikenal manusia sejak
jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman,
lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah
ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi”
berasal dari “techne” atau cara dan “logos” atau pengetahuan.
Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara.
Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan akan
memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra
dan otak manusia.
Teknologi adalah suatu tubuh dari ilmu pengetahuan dan rekayasa (englineering)
yang dapat diaplikasikan pada perancangan produk dan atau proses atau pada
penelitian untuk mendapatkan pengetahuan baru.
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara masif mempengaruhi semua sektor
kehidupan termasuk sektor pendidikan. Jenjang pendidikan pada
semua tingkatan saat ini dan masa depan mulai berorientasi kepada perkembangan
dan perubahan global, ilmu pengetahuan, teknologi seni dan budaya. Perkembangan globalisasi sangat dipengaruhi
oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah mengarah pada
perdagangan bebas yang semakin kompetitif, dan meningkatnya jaringan kerjasama
antara berbagai pihak. Penguasaan
teknologi informasi dan komunikasi menjadi penting karena setiap pihak yang
terlibat di dalamnya dituntut mampu berpartisipasi secara aktif dan terus
meningkatkan kemampuan berkompetisi.
Suatu realitas pemerintah telah menjadikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi mata pelajaran (IT as a subject) wajib pada tingkat sekolah dasar dan sekolah
menengah. Sebagai sebuah mata pelajaran, teknologi informasi dan
komunikasi memiliki hakekat, visi, dan
fungsi sesuai tingkatan pendidikan.
Bekal
kemampuan menggunakan dan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan
komunikasi merupakan salah satu faktor kunci untuk mengejar ketertinggalan SDM
Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Program-program pendidikan dan latihan secara
formal maupun non formal yang memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan dalam
menggunakan dan memanfaatkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi
menjadi prioritas kebutuhan. Jalur pendidikan formal berpotensi dan bernilai
strategis untuk menyelenggarakan pendidikan dan latihan di bidang TIK yang
idealnya dimulai sejak dini.
Hal
ini mengisyaratkan pentingnya bagi anak-anak sejak dini disediakan pengalaman
dalam memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi khususnya komputer
yang bermanfaat sebagai bekal kemampuan dasar dan potensi untuk belajar
sepanjang hayat dan memecahkan masalah yang akan dihadapi dalam kehidupannya
kelak.
Peran teknologi bagi anak berupa
internet mempunyai sisi negatif dan positifnya. Karena didalam teknologi berupa
internet ada begitu banyak informasi ada yang baik dan yang buruk. Dari sisi
positifnya yaitu memudahkan anak untuk menaui informasi dan mempermudah dalam
proses belajar. Dalam sisi negatif ada hal-hal yang tidak sewajarnya di baca
atau dilihat oleh anak-anak
Pada anak usia dini dan
SD menunjukkan adanya minat yang tinggi dan sifat alamiah untuk bermain,
terlebih setelah mengalami kejenuhan mengikuti aktifitas pembelajaran di
sekolah. Realitas ini tidak banyak disadari oleh para guru dan orangtua sebagai
modalitas belajar yang potensial. Hal yang memprihatinkan justeru anak-anak
banyak mengekplorasi dan menyalurkan
sendiri rasa ingin tahu dan kegemarannya melalui beragam sarana hiburan
berbasis komputer yang tidak memiliki nilai-nilai pendidikan. Respon orangtua
dengan menyediakan perangkat hiburan di rumah tidak diikuti dengan kesadaran
bahwa sumber inspirasi baru yang akan berpengaruh besar terhadap perkembangan
emosi dan intelektual anak. Kasus anak menghabiskan waktunya di rental, di
depan TV, bermain game berjam-jam
bahkan bisa dalam sehari membawa banyak dampak negatif seperti waktu belajar
menjadi berkurang, malas sekolah, meniru adegan-adegan berbahaya, merekam
peristiwa atau kejadian yang tidak seharusnya dan sebagainya. Tidak
mengherankan apabila muncul budaya
kekerasan (bullying) di sekolah yang
pernah menyebabkan meninggalnya seorang siswa karena tayangan “smackdown”.
Jadi peranan teknologi sebagai sumber
informasi anak itu tergantung dari peranan
orangtua . Oleh karena harus mengawasi anak-anak nya yang sudah
mengetahui tentang teknologi informasi agar tidak melihat atau mendengar
hal-hal yang tidak baik untuk dilihat maupun didengar.
